Ragunan, di mana kita tinggal sehari-hari

Pusat Informasi dan Penyaluran Aspirasi Warga Ragunan


1 Komentar

Kunjungan Tertinggi dan Pajak

Terima Kasih atas Kunjungan Tertinggi

Sudah berpekan-pekan saya tidak update posting. Aktifitas saya di Ragunan sudah hampir dua tahun ini sangat minim sehingga saya cukup kesulitan mencari topik yang tepat untuk saya tampilkan. Bila diperhatikan posting terakhir berkisar hal-hal umum dan bila menyentuh wilayah Ragunan hanya sebatas sepanjang jalan yang saya lalui sehari-hari. Meskipun demikian saya bersyukur masih ada yang dengan setia mengunjungi blog ini, terbukti dengan capaian statistik kunjungan tertinggi dari blog ini yang memcahkan rekor sepanjang masa (seumur hidup blog ini) pada 2 Maret 2011 (kemarin lusa). Jumlahnya melebihi 100 kunjungan, tepatnya 113 … subhanallah.

Secara kasar rata-rata kunjungan ke blog ini 50/hari, suatu capaian yang tidak pernah saya impikan sebelumnya dan mungkin saya sendiri tidak pernah terlalu memikirkannya. Cuma akhir-akhir ini saya jadi cukup khawatir dengan antusiasme pengunjung terutama yang berminat untuk mendapatkan informasi terkait Sekolah Atlet Ragunan. Jumlah komentar yang masuk untuk posting tersebut sudah mencapai lebih dari 100 dan sebagian belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Saya sungguh prihatin dengan kondisi ini dan berharap ada pihak berwenang yang bisa dan mau membantu saya memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu (kemenpora – red).

Namun demikian, saya selaku admin berterima kasih atas kesediaan dan kesabaran para pengunjung semua meskipun saya sadar blog ini belum memberikan sesuatu yang benar-benar berarti untuk Anda semua khususnya untuk warga Ragunan. Mohon dukungan dan do’a dari semua, semoga blog ini bisa tetap eksis dan memberikan sebanyak-banyak informasi dan kemanfaatan bagi pengunjung semua.

Spanduk dan Kewajiban Pajak

Tiga atau empat hari terakhir saya melihat sebuah spanduk dipasang di tembok pagar terminal busway. Dari Ditjen Pajak tentang Batas Akhir Penyerahan SPT Pajak Tahun 2010. Untuk informasi dan prosedur lengkapnya silakan akses ke pajak.go.id.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pajak adalah pemasukan terbesar APBN negara kita. Tahun 2010 pendapatan negara dari pajak adalah sejumlah 742,7 trilyun Rupiah dari APBN sejumlah 949,7 trilyun Rupiah atau sekitar 78,2 %. Begitu pentingnya pajak bagi setiap negara sampai-sampai di negara-negara maju, pelanggar pajak bisa dikenai sanksi yang cukup berat. Kesadaran akan pentingnya pajak membawa konsekuensi pada ketaatan atas kewajiban membayar pajak. Bagi pegawai baik negeri maupun swasta, kewajiban pajak ini umumnya sudah difasilitasi oleh kantor masing-masing tetapi bagi wirausahawan kewajiban pajak ini mesti dilakukan secara mandiri. Prosedur pajak saat ini semakin mudah dan cepat, karenanya tidak bijak bila kita menunda-nunda bahkan berkelit darinya. Sekecil apapun kontribusi kita melalui pajak ini, sangat berarti bagi hajat hidup orang banyak.

Marilah kita bayar dan laporkan pajak kita. Kasus pajak yang berkembang belakangan ini terutama kasus Gayus janganlah menjadikan kita enggan atau lalai memenuhi kewajiban kita. Semoga pemerintah dapat menuntaskan kasus tersebut dan lebih penting lagi menghentikan mafia pajak yang mungkin sudah merajalela dan mengakar, agar pajak yang kita bayarkan memberikan lebih banyak manfaat untuk pembangunan negara ini. Semoga dan selamat membayar pajak.

Iklan