Ragunan, di mana kita tinggal sehari-hari

Pusat Informasi dan Penyaluran Aspirasi Warga Ragunan

Ada Kabar Baik bagi Warga DKI Kurang Mampu

Tinggalkan komentar

Siang ini saya mengunjungi situs resmi Pemprov DKI, dan menemukan informasi menarik di sana. Berikut saya copas dari situs aslinya supaya tidak mengubah maknanya:

DKI Gratiskan Cuci Darah Warga Kurang Mampu

Mahalnya biaya cuci darah, membuat penderita gagal ginjal harus berfikir dua kali untuk melakukan cuci darah di rumah sakit. Untuk membantu warga kurang mampu, seluruh biaya yang berkaitan dengan proses cuci darah kini telah ditanggung Pemprov DKI Jakarta.

“Pemegang Kartu Gakin gratis cuci darah. Sedangkan bagi yang belum punya Kartu Gakin, bisa menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dengan mengurusnya terlebih dulu ke RT, RW, dan kelurahan,” ujar Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, saat kunjungan ke Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (10/5).

Dien menambahkan, jika persyaratan itu sudah dipenuhi, warga yang bersangkutan dapat datang langsung ke seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov DKI Jakarta. “Yang penting sudah lengkap dokumennya, langsung ke RSUD terdekat. Semuanya memiliki fasilitas cuci darah seperti RSUD Koja, atau di RSUD Tarakan,” jelasnya.

Dien mengatakan, kebijakan ini sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menjamin kesehatan warganya. Dalam jaminan cuci darah tersebut, pasien juga tidak dibatasi berapa kali melakukan cuci darah. “Sekali cuci darah saja Rp 700 ribu kalau bayar. Kita akan tanggung semuanya, berapa kali pun pasien melakukannya. Karena jika tidak, pasti pasien akan meninggal. Bahkan sudah ada yang berjalan sampai 2 tahun cuci darah kita biayai,” tambahnya.

Wawan warga RT 04/10, Kelurahan Bintaro, yang menderita gagal ginjal sejak 6 bulan lalu dan diharuskan untuk melakukan cuci darah 2 kali seminggu, mengaku sangat bersyukur dengan kebijakan tersebut. Sebab, jika harus membayar cuci darah, ia mengaku tidak sanggup karena penghasilannya yang sangat kecil. “Saya sangat berterima kasih sekali dengan bantuan Pemprov DKI,” ucapnya.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan jaminan kesehatan gratis untuk warga miskin di 88 rumah sakit. Selain itu fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di 340 puskesmas baik di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan standar internasional.

Reporter: rio

Sumber: beritajakarta.com

Begitu isi kabar baiknya, dan beberapa pekan kemarin saya sempat menjenguk rekan yang ibu mertuanya dirawat di RSUP Fatmawati. Di sana saya mendapatkan informasi bahwa khusus untuk warga kurang mampu bisa mendapatkan pembebasan biaya perawatan dan operasi dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat. Syaratnya memiliki KTP Jadetabek dan SKTM. Mestinya informasi seperti ini sering disosialisasikan sehingga warga kurang mampu tidak merasa khawatir bila harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan di DKI baik puskesmas, RSUD maupun RSUP.

Penulis: humas4ragunan

Saya adalah seorang warga tidak tetap yang tinggal di Ragunan sejak akhir 2001. Awalnya saya mengontrak sebuah rumah petak bersama teman2 (laki2), kemudian pindah ke kontrakan lain bersama istri, kemudian ber-kali2 pindah ke kontrakan yang lain bersama istri dan dua oang anak. Ragunan, tempat saya memulai kehidupan di tengah2 masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s