Ragunan, di mana kita tinggal sehari-hari

Pusat Informasi dan Penyaluran Aspirasi Warga Ragunan

Internet Sehat : Solusi Terbaik untuk Kita, Keluarga dan Orang Lain

7 Komentar

Internet adalah Jendela Informasi

Sejak dikembangkan pertama kali di awal tahun 1970-an, internet sudah menjadi media bagi peneliti untuk saling berkomunikasi dan berbagai informasi. Walaupun awalnya internet dibuat untuk keperluan militer namun dalam perkembangannya internet menjadi kebutuhan dari hampir setiap orang, di manapun berada, apapun profesinya bahkan berapapun usianya. Betapa tidak, seiring perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi (TI) yang beriring dengan perkembangan teknologi komputer dan embedded system, internet tidak hanya menjadi end user application melainkan juga menjadi supporting development media dalam berbagai bidang. Siapapun bisa menggunakan internet untuk mencari berbagai informasi, mulai yang bersifat umum, khusus atau spesifik hingga yang bersifat pribadi (privat). Dan sebagaimana sifat jendela, di mana orang yang di dalam melihat obyek yang di luar dan sebaliknya orang yang di luar melihat obyek yang di dalam, maka pengguna internet pun bisa menampilkan obyek yang berbeda untuk dilihat pengguna lain. Jadi selain mendapatkan informasi, pengguna internet akan dituntut juga memberikan informasi kepada pengguna lain. Internet melakukan prinsip take and give.

Dulu, internet memulai dengan sistem komunikasi pengganti surat pos, yaitu electronic mail (email). Berlanjut ke komunikasi online, yaitu chatting. Kemudian muncul blog, untuk menggantikan fungsi diary. Maka sekarang orang terbiasa dengan jejaring sosial yang memberikan fasilitasi yang meliputi itu semua, misal dengan munculnya Facebook dan terakhir Twitter. Orang sudah tidak ragu lagi untuk membagi informasi privatnya kepada orang lain, meskipun penyedia layanan memberikan kebebasan bagi pengguna untuk mengatur hak aksesnya. Berbagai informasi masuk ke internet dari berbagai sumber, menjadikan internet sumber informasi paling digemari dan paling mudah bagi hampir setiap orang. Media informasi lain seperti buku, koran atau surat kabar, majalah bahkan film dan radio pun menjadi bagian informasi yang bisa dilihat pengguna internet. Telah terjadi konvergensi informasi, hampir bisa dibilang tidak ada media informasi yang tidak bisa diakses melalui internet. Lambat tapi pasti media komunikasi pun akan menggunakan internet sebagai medianya, terutama karena aksesibilitas dan efisiensi. Dalam beberapa tahun ke depan, jaringan informasi mobile (telepon seluler) pun akan difasilitasi oleh internet. Hmmm, luar biasa …

Internet sebagai Kebutuhan Tak Terelakkan

Bila kita mencermati perkembangan penggunaan internet di Indonesia, maka saat ini penggunanya sudah lebih dari 30 juta dari 240-an juta penduduk Indonesia (2010) atau berkisar 12,5%. Jumlah yang lumayan besar, untuk sebuah negara berkembang. Indonesia berada di ranking 16, tertinggi di ASEAN, di bawah China, Jepang, India, dan Korea Selatan (Asia). Suatu pasar yang yang menjanjikan bagi para penyedia jasa internet. Tren pengguna internet terutama kegemaran pada jejaring sosial, tren penggunaan mobile device, juga persaingan para penyedia jasa menawarkan koneksi internet yang mudah dan murah, mendorong orang untuk menjadikan internet sebagai salah satu kebutuhan pokoknya. Seperti orang-orang bilang : “Kalo tidak merokok, mulut rasanya asem. Kalo tidak ngopi, kepala rasanya pusing.” Begitu pula dengan internet : “Kalo sehari tidak fesbukan, rasanya seperti gak sikat gigi seharian. Ada yang nyelip di gigi, rasanya gak enak banget”.

Facebook misal, di Indonesia penggunanya lebih dari 23 juta. Selain orang dewasa, lebih dari 75 ribu penggunanya adalah anak-anak dan remaja. Seperti tren yang umum di masyarakat kita, tidak terkecuali bagi anak-anak dan remaja, tidak memiliki akun Facebook berarti tidak mengikuti perkembangan zaman alias kuper abis. Maka berlomba-lombalah setiap orang untuk membuat akun Facebook, mulai dari orang dewasa, manula, hingga balita. Bagaimana bisa, bukankah usia dibatasi? Aneh tapi nyata, tidak ada yang tidak bisa di negeri kita bukan. Bahkan orangtua pun dengan sukarela membuatkan akun untuk putra-putrinya yang masih balita. Ketika demam Facebook mulai merambah, anak-anak SD sekalipun akhirnya menjadikan warnet-warnet sebagai tempat bermainnya, bahkan bagi yang perempuan. Anak-anak SD laki-laki sudah terdahulu biasa bermain di warnet untuk bermain game-game online. Sifat dari jejaring sosial yang up to date, memaksa anak-anak di bawah umur untuk rutin mengunjunginya untuk sekedar meng-update statusnya atau memberi komentar atas status teman-temannya. Luar biasa bukan …, internet bahkan menjadi kebutuhan tak terelakkan bagi anak-anak.

Internet ibarat Pedang Bermata Dua

Sebagaimana ulasan di atas, internet adalah jendela informasi yang menjadi telah kebutuhan tak terelakkan bagi kita dan keluarga. Berbagai manfaat bisa kita dapatkan di sana karena sifatnya yang take and give, bahkan tidak hanya informasi yang bisa diperoleh dari internet tetapi juga kesempatan bahkan penghasilan. Berapa banyak situs yang menawarkan bisnis online yang menggiurkan, selain berbagai perusahaan menawarkan kerjasama usaha yang menguntungkan. Yang paling sederhana, kita bisa memasang space iklan dalam blog kita, mengisi kuisioner atau mem-forward email tertentu untuk mendapatkan bayaran. Pengguna internet ibarat penjual dan pembeli, di pasar virtual.

Kesempatan ini membawa internet pada kondisi yang boleh dibilang tidak terkendali, bahkan berbahaya. Bagaimana tidak? Setiap pengguna bisa memberikan informasi apapun, bahkan ketika aturan dan pembatasan diberlakukan masih banyak celah yang bisa digunakan. Walaupun tidak sedikit yang menggunakannya untuk kesenangan pribadi, lebih banyak menggunakannya untuk kepentingan bisnis atau mendapatkan keuntungan finansial. Seperti pornografi misal, walaupun tidak sedikit yang menggunakannya untuk kesenangan pribadi tetapi lebih banyak situs porno yang sengaja dibuat untuk mendapatkan uang dari penggunanya, dari biasa akses tertentu. Hal inilah yang tidak bisa dihindari dari internet, aksesibilitas yang sangat sulit dibatasi. Ketika anak-anak dan remaja terbatasi aksesnya dari situs-situs khusus dewasa, maka masih banyak situs gratis lain yang menawarkan hal yang mirip dengannya bahkan sama. Sesuatu yang mestinya menjadi keprihatinan semua pihak terutama orangtua. Bila di negara maju penyalahgunaan internet terhadap pengguna di bawah umur sudah menjadi ranah yang tertangani hukum secara efektif, bagaimana dengan di Indonesia? Sedangkan RUU Pornografi dan Pornoaksi, sebelum diterbitkan, sempat menjadi pertentangan yang panas di antara berbagai kalangan.

Ada sifat internet yang sebenarnya sifat yang umum dari setiap bentuk hiburan termasuk olahraga dan seks, yaitu adiktif atau menyebabkan ketagihan. Tidak hanya anak-anak dan remaja yang secara psikis belum matang, bahkan orang dewasa yang semestinya lebih rasional sekalipun tidak lepas dari pengaruh adiktif dari internet. Kalaupun kita bisa terlepas dari berbahayanya situs-situs khusus dewasa, belum tentu bisa lepas dari jeratan situs yang lain seperti game atau judi online. Saat kita mencermati anak-anak dan remaja yang larut dalam permainan game online, maka kepentingan bisnis tidak bisa terlepas darinya. Sistem voucher yang bisa diperjualbelikan adalah salah satu contohnya, sehingga mendekati sistem judi online maka pengguna akhirnya melibatkan penggunaan uang yang tidak sedikit untuk melaju ke level-level berikutnya. Bahkan, untuk pihak-pihak yang sudah memahaminya, ini bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan untuk mendulang emas. Luar biasa …, tanpa disadari internet telah membawa anak-anak dan remaja kita ke praktik perjudian terselubung. Hal-hal inilah yang menjadikan internet ibarat Pedang Bermata Dua, bila tidak hati-hati maka penggunanyalah yang akan terluka.

Internet Sehat sebagai Solusi Terbaik

Telah kita pahami bersama, betapa menggunakan internet memberikan keuntungan dan berpotensi kerugian. Sudah sewajarnya kita sebagai pengguna bijak dalam menyikapinya, agar tidak hanya mendapatkan kebaikannya tetapi juga terhindar dari keburukannya. Salah satu solusi yang bisa kita ambil adalah internet sehat. Internet sehat adalah program yang berangkat dari kepedulian komunitas TI terhadap citra internet si masyarakat. Internet sehat digagas karena filtering yang dilakukan penyedia jasa internet (ISP) tidak cukup memberikan perlindungan bagi konsumen dari konten-konten negatifnya. Bukan hanya berusaha melindungi hak-hak konsumen, internet sehat juga berusaha melindungi citra buruk internet di mata masyarakat. Ketika masyarakat memandang internet bukan media yang baik dan aman, maka citra buruk itu akan memengaruhi pemanfaatan internet oleh masyarakat. Hal terburuk adalah bukan ketika internet tidak lagi menjadi referensi bagi masyarakat, tetapi ketika masyarakat tidak lagi peduli dengan internet dan kontennya, juga tidak menjadi partner yang baik bagi pengawasan penggunaannya oleh anak-anak dan remaja. Internet sehat berusaha menjaga keseimbangan, antara pemanfaatan internet dan perlindungan bagi penggunanya, baik untuk pribadi, sosial maupun korporasi bisnis.

Berikut ini tips melakukan internet sehat dari lingkungan terdekat kita, keluarga :

  1. Membatasi penggunaan internet di warnet, bukan hanya karena berimbas pada biaya melainkan pada filtering atas akses dan konten yang negatif. Warnet digunakan oleh banyak orang dengan berbagai kebutuhan, tidak ada jaminan setiap penggunanya tidak mengakses situs-situs khusus dewasa dan melakukan tindakan filtering dari aksinya (tidak mengunduh konten khusus dewasa atau menutup situsnya setelah penggunaan).
  2. Mendampingi atau setidaknya mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak dan remaja. Anak-anak dan remaja yang secara umum memiliki rasa ingin tahu yang besar berpotensi untuk mengakses situs-situs yang menawarkan tulisan, gambar dan video yang belum pernah dilihat sebelumnya, bila teman-teman di sekitarnya telah tercemar dengan konten yang keliru dan menjadikannya bahan perbincangan tentunya mereka tertarik juga untuk mencarinya di internet.
  3. Komunikasi yang berkualitas antara orangtua dan anak-anak atau remaja tentang penggunaan internet. Sikap melarang atau membatasi secara membabi-buta tidak akan membuat mereka jera atau takut memuaskan rasa keingintahuannya, komunikasi tentang konten yang baik atau tidak, yang bermanfaat atau berbahaya secara serius tapi santai lebih efektif menghindarkan mereka dari keburukan internet. Nasihat dan diskusi yang ramah akan membawa anak-anak dan remaja mendapatkan kebaikan darinya.
  4. Sediakan atau fasilitasi keluarga dengan akses internet di rumah sehingga pengawasan aktifitas ber-internet bisa dilakukan secara lebih efektif. Berikan contoh penggunaan internet yang baik dan terkontrol, lakukan aktifitas internet bersama, dan mengkomunikasikan aktifitas ber-internet dengan seluruh anggota keluarga akan menumbuhkan nilai-nilai positif, self control, dan pembiasaan manajemen waktu yang baik untuk kita dan keluarga. Begitu banyak pilihan produk dan layanan internet yang bisa kita pilih, sesuaikan dengan budget dan kebutuhan kita sekeluarga.
  5. Bila kita atau keluraga kita termasuk pengguna internet yang aktif menggunakan email , blog dan jejaring sosial, batasi informasi yang kita sampaikan pada hal-hal yang perlu dan tidak berlebihan. Ingatlah bahwa apa yang kita masukkan ke internet tidak dapat kita hapus atau ambil kembali, jadi bijaklah ketika kita memasukkan data-data ke internet. Jangan sampai hal-hal yang bersifat sangat pribadi kita masukkan ke internet, jangan mengundang perhatian orang untuk mengeksporasi bahkan mengeksploitasi data-data kita yang belakang akan merugikan kita atau keluarga. Sudah sewajarnya kita belajar dari pengalaman beberapa orang terkenal yang mendapatkan kerugian akibat kecerobohannya.

Kepedulian kita untuk melakukan dan menyosialisasikan internet sehat akan menyelamatkan keluarga kita dari keburukan internet. Tidak ada teknologi yang tidak berpotensi atas efek samping, lindungilah diri kita dan keluarga kita dari efek samping internet. Internet sehat adalah solusi terbaik untuk kita, keluarga dan orang lain. Semoga bermanfaat.

Referensi :

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_number_of_Internet_users
  3. http://yasiralkaf.wordpress.com/2010/05/08/statistik-pengguna-facebook-indonesia/
  4. http://ictwatch.com/internetsehat/

Sumber gambar :

  1. http://fotounik.net/
  2. http://www.teknoup.com/
  3. http://bambangpriantono.multiply.com/
  4. http://ruangpsikologi.com/

Penulis: humas4ragunan

Saya adalah seorang warga tidak tetap yang tinggal di Ragunan sejak akhir 2001. Awalnya saya mengontrak sebuah rumah petak bersama teman2 (laki2), kemudian pindah ke kontrakan lain bersama istri, kemudian ber-kali2 pindah ke kontrakan yang lain bersama istri dan dua oang anak. Ragunan, tempat saya memulai kehidupan di tengah2 masyarakat.

7 thoughts on “Internet Sehat : Solusi Terbaik untuk Kita, Keluarga dan Orang Lain

  1. Ping-balik: Tweets that mention Internet Sehat : Solusi Terbaik untuk Kita, Keluarga dan Orang Lain: -- Topsy.com

  2. internet bisa jadi media buruk untuk pembelajaran kalo tdk ada arahan yg benar..

  3. Aku ikutan kontes ini dengan segenap tenaga waktu dan pikiran, bahkan uang. Tapi mana panitianya sekarang?

  4. Ping-balik: ISBA 2011 « Ragunan, di mana kita tinggal sehari-hari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s