Ragunan, di mana kita tinggal sehari-hari

Pusat Informasi dan Penyaluran Aspirasi Warga Ragunan

Tembok Pagar TMR Rubuh (Lagi …)

3 Komentar

Berita ini mungkin agak basi, alias sudah ketinggalan jaman karena kejadiannya Kamis, 21 Oktober 2010 lalu. Tetapi karena ini bukan kejadian pertama kalinya, maka hal ini menurut kami perlu dibahas minimal dimunculkan di blog ini.

Setelah diterjang hujan badai pada Kamis sore itu, tembok pagar Taman Margasatwa Ragunan bagian barat, kira-kira 50 meter dari pojokan pagar utara-barat (barat laut) sepanjang kurang lebih 15 meter rubuh. Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB (berita bisa dilihat di sini). Akibatnya air dari dalam pagar TMR menerjang rumah dan kios/bengkel yang ada di seberang jalan (lingkungan RW 08 Kel. Ragunan). Selain itu pagar yang rubuh berserakan di Jalan Saco sehingga menghambat lalu lintas yang biasa padat terutama di sore hari, ketika jam pulang kantor tiba.

Selama saya tinggal di Ragunan, kejadian tembok pagar Kebon Binatang Ragunan (istilah umum TMR – red) sudah terjadi dua kali termasuk kejadian kemarin. Yang pertama terjadi sekitar tahun 2003-2004 lalu. Saat itu tembok di sisi barat bagian yang persisi berhadapan dengan Masjid Jami’ Al Falah RT 13/08 Kel. Ragunan. Lokasinya di daerah yang rendah dan menurut warga di balik pagar memang ada tampungan air semacam waduk sedangkan pagar itu rendah dan tidak kokoh. Akibatnya ketika musim penghujan tiba, volume air dalam waduk tidak dapat ditahan oleh pagar tembok sehingga jebol dan membanjiri rumah warga di RW 08 yang posisinya lebih rendah dari tanah TMR bahkan lebih rendah dari Jalan Saco. Tidak kurang 5 RT menjadi korban banjir dalam kejadian waktu itu, namun ternyata kejadian itu bukan yang terakhir kali, karena kembali terjadi hampir sepekan kemarin.

Untuk kejadian terakhir di mana kondisi waktu itu sedang hujan deras dan disertai angin (badai – red) bila tidak ada volume air berlebih di bagian dalam pagar maka kemungkinan kecil terjadi rubuhnya pagar tersebut. Namun kondisi itu mungkin di luar pengawasan pengelola TMR, karena beberapa waktu dan mungkin pada saat kejadian di bagian dalam pagar yang rubuh tersebut sedang dilakukan penggalian dengan alat berat sehingga hal ini terjadi. (Penggalian yang sedang dilakukan adalah upaya menambah volume tampungan dam air di sisi dalam tembok yang pernah rubuh sebelumnya, mungkin sebagai antisipasi menghadapi musim penghujan. Tulisan dikoreksi setelah saya survei ke dalam TMR baru-baru ini, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan sekaligus ini menjadi koreksinya.) Kurang jelas apa yang sedang dibuat oleh pengelola TMR, namun melihat kejadian ini tentulah pekerjaan tersebut menyebabkan tertampungnya air hujan yang cukup besar sehingga volumenya tidak dapat ditahan oleh tembok pagar. Kejadian seperti ini pernah juga dialami oleh salah satu kantor pemerintah di bilangan Ragunan dengan penyebab yang hampir sama. Volume air besar, tidak ada saluran penyalur air atau resapan, pondasi yang tidak kuat atau tergerus air, usia pagar tua dan kualitas yang rendah menyebabkan tembok pagar tersebut rubuh.

Kiranya perlu menjadi perhatian bagi pengelola TMR khususnya dan pemilik tembok pagar tinggi umumnya di wilayah Ragunan untuk memeriksa kembali kondisi tembok pagarnya dan mengusahakan tindakan pencegahan terutama di musim penghujan di mana volume air hujan cukup tinggi sehingga dapat menghindarkan kerawanan yang mungkin terjadi seperti yang dialami TMR. Hal ini tentu menjadi harapan kita semua.

Penulis: humas4ragunan

Saya adalah seorang warga tidak tetap yang tinggal di Ragunan sejak akhir 2001. Awalnya saya mengontrak sebuah rumah petak bersama teman2 (laki2), kemudian pindah ke kontrakan lain bersama istri, kemudian ber-kali2 pindah ke kontrakan yang lain bersama istri dan dua oang anak. Ragunan, tempat saya memulai kehidupan di tengah2 masyarakat.

3 thoughts on “Tembok Pagar TMR Rubuh (Lagi …)

  1. Luar biasa liputannya. Namun ada beberapa hal yang perlu penjelasan neh. Mengutip “Kejadian seperti ini pernah juga dialami oleh salah satu kantor pemerintah di bilangan Ragunan dengan penyebab yang hampir sama”. Apa kantor lurah itu yah? apa yang kejaksaan? akan lebih lengkap jika liputannya di tambahkan, seru neh sekiranya di bahas di sini..

  2. terimakasih postingnya bang admin. Untung kagak ada binatang yang ikut-ikutan memanfaatkan kesempatan buat kabur. Memang sudah seharusnya dilakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang memiliki tembok pagar tinggi apalagi ditempat yang sungguh sangat hijau seperti ragunan tercinta ini. Efek dari banyaknya tanaman adalah akar-akar dari tanaman tersebut bisa menembus tembok-tembok tersebut sehingga memperlemah struktur tembok. Seandainya dapat dibuat desain yang lebih bersahabat dengan lingkungan pasti lebih owkeee……

    • Setuju Mas Bowo, tentang inovasi-inovasi seperti itu untuk instansi pemerintah masih sangat jarang. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi ya. Sekalian saja saya koreksi info yang di atas (seperti terlihat di postingan). Update terakhir : tembok baru sudah jadi walaupun belum finishing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s