Ragunan, di mana kita tinggal sehari-hari

Pusat Informasi dan Penyaluran Aspirasi Warga Ragunan

Mohon maaf lahir-bathin, lama sekali tidak bersua ….

Tinggalkan komentar

Alhamdulillah, setelah lebih dari 3 bulan akhirnya saya sempat untuk kembali menyapa Saudara-saudara melalui tulisan. Mumpung masih Syawal, sekalian saya mengucapkan : Taqobbalallohu minna wa minkum kullu amin wa antum bi khoir, minal ‘aiddin wal faizin. Mohon maaf lahir-bathin, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima Allah SWT dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang bertaqwa. Aamiin.

Hmmm, makan ketupat di depan Pusdiklat Kejagung. Bukan ketupat lebaran lagi tetapi ketupat sayur. Yang masih punya kue lebaran jangan segan-segan berbagi ya …

Walaupun saya sudah tidak tinggal di Ragunan lagi, tetapi hati saya selalu terpaut lho, secara nafkah saya dan pekerjaan istri memang masih di sini. Salam dari saya sekeluarga untuk Saudara-saudara semua.

Penulis: humas4ragunan

Saya adalah seorang warga tidak tetap yang tinggal di Ragunan sejak akhir 2001. Awalnya saya mengontrak sebuah rumah petak bersama teman2 (laki2), kemudian pindah ke kontrakan lain bersama istri, kemudian ber-kali2 pindah ke kontrakan yang lain bersama istri dan dua oang anak. Ragunan, tempat saya memulai kehidupan di tengah2 masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s