Ragunan, di mana kita tinggal sehari-hari

Pusat Informasi dan Penyaluran Aspirasi Warga Ragunan

Menonton Live UEFA euro2008, Untung atau Rugi?

Tinggalkan komentar

maskot euro2008

Perhelatan sepakbola kelas dunia kembali melanda. Indonesia walaupun tidak memiliki timnas yang andal tetap menjadikan ajang ini sebagai hiburan yang tidak boleh diabaikan. Buktinya, MNC dengan 3 stasiun televisi nasionalnya telah menjadi official partner untuk penyiaran euro2008 di Indonesia, sehingga dalam sehari para pemirsa dihibur dengan sajian pertandingan euro2008 mulai dari siaran langsungnya di tengah malam, siaran tundanya di pagi, siang, sore bahkan malam menjelang pertandingan langsungnya. Luar biasa.

Memang, bagi para pecinta dan penggila bola, hal ini menjadi sesuatu yang didambakan: bisa menonton pertandingan hampir di setiap waktu. Namun, di balik itu semua ada hal yang tidak terhindarkan. Yang sudah pasti waktu menonton televisi menjadi semakin panjang, khususnya bagi yang lebih menyukai pertandiangan langsung (live). Televisi dinyalakan khusus untuk euro2008 sejak kira2 jam 11 malam sampai jam 4 pagi. Untuk keluarga yang menjadikan televisi sebagai sarana hiburan keluarga mulai orang dewasa sampai anak2, tentunya hal di atas menjadikan jam kerja televisi menjadi semakin keras dari rata2 12 jam menjadi 17 jam. Suatu yang secara otomatis mengikuti kinerja televisi adalah kebutuhan listrik, yang mau tidak mau menjadi lebih besar dari hari2 biasa. Nah, kalo sudah begini yang lain yang pasti mengikuti adalah melonjaknya tagihan listrik bulan depan (Juli) sebagai akibat penambahan waktu guna televisi.

Memang sulit, ketika masyarakat dipusingkan dengan kenaikan harga BBM dan pemerintah dipusingkan dengan semakin menipisnya persediaan energi nasional, euro2008 dengan mudahnya memalingkan perhatian kita dari efisiensi biaya dan energi. Ironis memang.

Bagaimana dengan Anda yang tinggal di Ragunan?

Penulis: humas4ragunan

Saya adalah seorang warga tidak tetap yang tinggal di Ragunan sejak akhir 2001. Awalnya saya mengontrak sebuah rumah petak bersama teman2 (laki2), kemudian pindah ke kontrakan lain bersama istri, kemudian ber-kali2 pindah ke kontrakan yang lain bersama istri dan dua oang anak. Ragunan, tempat saya memulai kehidupan di tengah2 masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s