Ragunan, di mana kita tinggal sehari-hari

Pusat Informasi dan Penyaluran Aspirasi Warga Ragunan

Sudah Beberapa Pekan Ragunan Tidak Diguyur Hujan

Tinggalkan komentar

Beberapa pekan terakhir Jakarta umumnya dan Ragunan khususnya tidak diguyur hujan seperti di awal Tahun 2008. Belum terlalu terasa memang efeknya, walaupun permukaan tanah rata-rata sudah mulai mengering bahkan sebagian tanah pekarangan tampak retak-retak. Hal lain yang mulai dirasakan pengguna jalan baik sepeda motor, kendaraan roda 4 maupun pejalan kaki adalah debu jalanan yang semakin pekat setiap harinya, yang artinya mereka harus mulai rajin menutupi hidung dan mencuci kendaraan setiap kali pulang beraktifitas.

Memang sich, beberapa hari terakhir kondisi langit Ragunan tampak mulai mendung tapi belum satu pun menurunkan hujan walaupun sebagian wilayah Jakarta sudah mulai merasakan sejuknya hujan, terutama daerah-daerah perbatasan Jakarta dan Bogor. Semoga hari ini atau hari-hari ke depan, Allah berkenan menurunkan hujan walau sebentar di Ragunan. Sekedar menyiram pekarangan yang kering dan retak-retak, juga menyegarkan udara Ragunan yang sudah mulai panas.

Sebagian orang telah menyampaikan teori perubahan iklim yang tentu menjadi salah satu penyebab perubahan musim di dunia. Di balik resiko-resiko yang mesti kita hadapi, tentunya kita menjadi disadarkan dengan betapa kecilnya kita di hadapan Sang Pencipta Yang dengan kuasa-Nya lah kondisi ini terjadi. Selain hal-hal yang disarankan banyak ahli tentang pemanasan global untuk mengurangi efek buruknya seperti penanaman pohon dan penghematan energi adalah hal yang bijak bila kita juga semakin mendekatkan diri kita pada Allah, Rabb semesta ‘alam baik dengan ibadah ritual maupun dengan ibadah sosial.

Sore ini cuaca lumayan mendukung turunnya hujan, semoga Allah kabulkan do’a hamba-hamba-Nya yang lemah dan membutuhkan pertolongan-Nya ini. Aamiin.

Penulis: humas4ragunan

Saya adalah seorang warga tidak tetap yang tinggal di Ragunan sejak akhir 2001. Awalnya saya mengontrak sebuah rumah petak bersama teman2 (laki2), kemudian pindah ke kontrakan lain bersama istri, kemudian ber-kali2 pindah ke kontrakan yang lain bersama istri dan dua oang anak. Ragunan, tempat saya memulai kehidupan di tengah2 masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s