Ragunan, di mana kita tinggal sehari-hari

Pusat Informasi dan Penyaluran Aspirasi Warga Ragunan

Jalan Saco yang Menyedihkan

Tinggalkan komentar

Kondisi jalanan Jakarta pasca musim penghujan beberapa waktu yang lalu memang memrihatinkan. Tidak sedikit jalan protokol yang rusak akibat genangan air dan volume kendaraan pengguna jalan yang besar. Tidak luput pula jalan2 di wilayah Ragunan. Salah satu jalan yang rusak cukup parah adalah Jalan Saco.

Jalan yang melintasi Ragunan mulai terminal bis Ragunan sampai dengan Pintu Barat Bonbin Ragunan ini merupakan jalur alternatif yang padat terutama pagi dan sore hari bagi komunter yang tinggal di pinggiran ibukota seperti daerah Jagakarsa dan Ciganjur. Juga bagi para pekerja yang tinggal di Matoa, Sawangan, Depok bahkan Bogor. Memang kalo dilihat dari infrastrukturnya, jalan ini bukan lah wajah jalan yang ideal karena beberapa hal seperti :

  • usia jalan yang sudah sepantasnya diremajakan, artinya jalan ini seharusnya diaspal lagi secara menyeluruh bukan ditambal pada sebagian ruas jalan setiap kali berlubang
  • pembenahan drainase atau saluran air/selokan, hampir separuh panjang jalan ini tidak dilengkapi dengan saluran air yang mengakibatkan genangan2 air setiap kali hujan mengguyur
  • tidak adanya jalur khusus pejalan kaki (trotoar), kondisi yang rawan untuk para pejalan kaki lebih2 saat malam hari atau musim penghujan.

Kondisi Jalan Saco saat ini menyedihkan, ada sedikitnya 5 (lima) titik kerusakan yang ber beda2 sepanjang jalan ini. Kalo diurut mulai terminal : di tikungan pertama setelah Kantor Kelurahan Ragunan atau persis di depan warung makan “Betawie” (sudah beberapa kali ditambal secara swadaya oleh warga tetapi kurang efektif), di depan pintu gerbang parkir Bonbin atau gapura gang RT3/4 (akibat perbaikan kabel yang kurang bertanggung jawab), sebelum turunan depan Masjid Harry Cader persis sebelum tikungan kedua (karena alasan yang sama), di depan deretan kios ponsel, bengkel motor, dan warung makan (beberapa kali ditambal baik secara permanen maupun sementara oleh warga tetapi sama2 tidak efektif), dan terakhir mulai tikungan tajam sesudah Masjid Al Falah atau depan gang Kair sampai hampir pintu parkir motor Pintu Barat Bonbin Ragunan (kira2 sepanjang 30 meter).

Kondisi yang kurang menyenangkan baik bagi para pengguna jalan maupun warga sepanjang jalan ini telah berlangsung lebih dari 6 bulan, namun sangat disayangkan Pemda DKI maupun Dinas PU belum melakukan langkah2 taktis maupun strategis terhadap jalan ini. Bagaimana ini, mungkin Anda bisa melakukan sesuatu untuk mengatasi kondisi ini. Setidaknya, khususnya bagi pengguna Jalan Saco, marilah kita berdoa semoga pihak2 yang berwenang segera melakukan tindakan yang terbaik demi kepentingan umum.

Penulis: humas4ragunan

Saya adalah seorang warga tidak tetap yang tinggal di Ragunan sejak akhir 2001. Awalnya saya mengontrak sebuah rumah petak bersama teman2 (laki2), kemudian pindah ke kontrakan lain bersama istri, kemudian ber-kali2 pindah ke kontrakan yang lain bersama istri dan dua oang anak. Ragunan, tempat saya memulai kehidupan di tengah2 masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s